Komite nasional Papua barat KNPB konsulat wilayah
gorontalo mengadahkan aksi Doa bertempat di honai Cenderawasih IX di kota Gorontalo, berhubungan
dengan dua agenda.
Ibadah aksi Komite Nasional Papua Barat KNPB Konsulat Gorontalo di buka oleh selaku Ketua KNPB Konsulat gorontalo Emanuel Ukago.
Ibadah aksi Komite Nasional Papua Barat KNPB Konsulat Gorontalo di buka oleh selaku Ketua KNPB Konsulat gorontalo Emanuel Ukago.
Yang Menjadi agenda utama adalah dua agenda yang di maksud yaitu
1. International supervisor west Papua
2. ULMWP menuju MSG sebagai anggota tetap atau anggota penuh.
Di Mulai Kegiatan kegiatan aksi ibadah Yang berkaitan dengan dua agenda tersebut pada hari
ini rabu, tanggal 13 April 2016, Pukul 14.15-16.10 wita. Mulai hingga agenda
tersebut awal sampai akhir berjalan dengan baik, aman dan lencar.
Masa aksi yang mengikuti aksi doa dukungan dan mendesak dua agenda international supervisor west Papua Dan ULMWP menuju MSG sebagai anggota tetap atau penuh tersebut 30 masa yang hadir dari ketua sampai anggota KNPB Konsulat Gorontalo.
Masa Yang datang mengikuti ibadah tersebut mereka membawah dengan selogan masing-masing untuk mendukung dan mendesak kedua agenda yang di laksanakan pada hari ini.
Masa aksi yang mengikuti aksi doa dukungan dan mendesak dua agenda international supervisor west Papua Dan ULMWP menuju MSG sebagai anggota tetap atau penuh tersebut 30 masa yang hadir dari ketua sampai anggota KNPB Konsulat Gorontalo.
Masa Yang datang mengikuti ibadah tersebut mereka membawah dengan selogan masing-masing untuk mendukung dan mendesak kedua agenda yang di laksanakan pada hari ini.
Denga
tegas dalam ruang Kesan dan Pesan (Emanuel Ukago Selaku ketua KNPB
konsulat wilayah Gorontalo dan Lukcy Lukas Yobee Sekum), Mari kita
sama-sama selamatkan tanah dan manusia papua yang selalu ditindas,
diintimidasi, dianiaya, di perkosa dan dirampas kekayaan sumberdaya alam
oleh sang klonialisme, kita mahasiswa adalah Agency Of Change maka mari
kita merubahkan diri menjadi orang bisa berperan elit politik
pembebasan papua Merdeka karena itu keabadian bagi kami kaum ras
melanesia. Dan selanjutnya kita mahasiswa hidup itu enak-enak tanpa
masalah, namun tetapi kawan-kawan di tanah papua disiksakan oleh sang
Klonial NKRI baik itu nyata maupun tidak nyata lewat makan dan minuman,
dan orang tua kami yang ada di hutang berantara itu siapa yang akan
diselamatkan jika kita tidak bergerak dan memediasikan. Itu kawan
pahami. (Rasta B.Pigome)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar