Social Icons

Pages

Minggu, 31 Januari 2016

Lagi, Kembali Terjadi Teror Di Sekretariat KNPB Wilayah Sentani

Ilustrasi 
Sentani, Pacepapushare - Kejadian ini terjadi 28/01/2016. pukul 23 :13 WPB. malam. Dengan alasan yang tidak jelas, pihak ketiga dipakai untuk mengancurkan Gerakan Perjuangan Papua Barat yang mana orang Papua menyuarakan kebebasan secara Damai di Papua. Kali ini terjadi teror lagi kepada KNPB yang berada di wilayah sentani dan selama ini mereka melakukan dengan barbagai cara yang mereka miliki untuk masuk mengerebek sekertariat KNPB yang terus-menerus.

Juga selama ini infomasi selalu bocor terus kepada inteljen Kapolres Jayapura, untuk pertemuan apa saja antara pengurus wilayah dan anggota KNPB wilayah Sentani di sekertariat dan selalu ada terjadi pengerebekan.

Secara tidak terhormat dengan bersifat teror oleh anggota Polisi yang bertugas di Polres Jayapura di Sentani, mereka datang berpakian pereman bertopen lengkap dengan peralatan persenjataan, lalu para anggota Polisi dengan alasan kejar motor yang dicuri oleh pihak yang sengaja di pasang pada penghuni yang selalu berada di sekertariat KNPB wilayah Sentani.
Diduga informan adalah  JONY HIZAGE dan LAI HIZAGE keduanya selama ini menjadi imforman pada Polisi intelijen yang bertugas Polres Jayapura.
Kedua orang tersebut selama ini kami anggap anggota KNPB wilayah Sentani, Tetapi ternyata mereka dua adalah pengghianat kami. kata Pahabol.

Bukti yang dapat ditemukan pada mereka dua yang jadi informen adalah sms-an dengan Polisi intel yang bertugas Polres Jayapura atas nama Usman yang beralamat berdekatan dengan sekretariat KNPB wilayah Sentani.

Sebelum terjadi teror atau pengrebekan ke sekertariat KNPB wilayah Sentani sekitar pukul 19.34 WPB malam. kedua orang tersebut jadi informen bersama intelijen Kapolres Jayapura, lalu mereka ikutan bersama ke arah Perumnas III Waena.
Para intelijen menggunakan mobil dan kedua orang yang jadi informen tersebut mengunakan sepeda motor yang dikasih oleh Polisi intelijen dengan maksud untuk cari pelaku pencuri motor itu.
Dan setelah tiba diputaran taksi Perumnas III Waena, kedua orang informen langsung ditunjuk sebagai pelaku pencuri dari  pihak intel yang bersama mereka berdua.
Taktik sebagai mereka adalah pencuri lalu menangkap mereka sebagai pelaku pencurian sepeda motor yang diawal dikata itu sebagai alasan mereka para intelijen. yang berada di Perumnas III Waena putaran taksi.

Maaf foto kami tidak lampirkan, karena malam jadi tidak sempat ambil.
Sumber informasi ini langsung laporkan oleh; Ketua I KNPB wilayah sentani. Atas nama: Agus Pahabol. Di sekertariat KNPB Pusat. More

Selasa, 19 Januari 2016

Timika Terjadi Ketabrakan Anggota TNI terhadap Masyarakat Sipil


Foto di Fb. Enggilek Wendanax'soon
Foto di Fb. Enggilek Wendanax'soon

 Knpb Timika News : Pada hari ini selasa 19 Januari 2016 jam 10.20 WPB, terjadi ditabrakkan Oleh Anggota TNI terhadap masyarakat sipil Papua orang Gunung, maka untuk sementara masih mencari identitas masyarakat sipil yang baru tabrak itu.
Kejadiannya terjadi di jalan Cenderawasih depan kantor BPJS sebelum jembatan kali selamat datang SP 2 dari arah timika.
Awalnya Korban ini menggunakan sepeda motor dari arah SP 2, menuju ke timika dan Oknum Pelaku TNI ini, dari arah timika menuju ke arah kuala menggunakan sepeda motor juga kemudian korban ini mau lambung tiba-tiba Oknum TNI ini menendang pelaku yang sedang bawah motor akhirnya korban jatuh dan Mati tempat. Sementara korban ada di rumah sakit karitas, apa bila rakyat papua yang kehilangan keluarganya boleh pergi cek di Rumah sakit Karitas Sp 5.
Dan untuk sementara Pelaku TNI ini setelah menabrak korban tersebut melarikan diri dan kami pun juga belum tahu Identitas Pelaku ini lebih jelas.

 Masyarakat ini masih belum diketahui identitas, maka keluarga yang kehilangan pria malam ini segara cek rumah Sakit:  Karitas Sp 5.



Jumat, 15 Januari 2016

Satu Masyarakat kembali ditembak Mati oleh Intelijen Indonesia Di Kilo meter 4 Kontiunai-Serui

Satu Masyarakat kembali ditembak Mati oleh Intelijen Indonesia Di Kilo meter 4 Kontiunai-Serui.

 13 Feruari 2015 lalu Penembakan terhadap seorang warga yang diduga dilakukan oleh oknum Intelijen Indonesia kembali terjadi di kilo meter 4 kampung Kontiunai – Kecamatan Angkaisera – Kabupaten Kepulauan Yapen.

Soni Fairumbab (2) 

Pada Februari 2015 telah terjadi penembakan terhadap warga sipil tak bersalah. Pada sore hari sekitar pukul 04: 30 ada preman-preman yang pakai mobil avansa menuju jalan Saubeba. Menurut pengakuan masyarakat mereka itu anggota yang ada di serui. Ada beberapa yang sering kami lihat. Jadi kami yakin mereka itu anggota militer Indonesia, ucap beberapa warga yang tak mau namanya disebut.
0
Ilustrasi: polisi yang sering buat keonaran
Malam sekitar pukul 21:40 Y. Sineri dan Iparnya Soni Fairumbab, hendak kembali ke kem tempat mereka kerja. Keduanya saat itu, berangkat dengan menggunakan kendaraan beroda dua. Saat sampai di kilo meter 4 keduanya dihadang oleh sekitar 5 orang lengkap dengan senjata.
Namun saat itu, ketika melihat orang-orang itu mencoba menghentikan keduanya, dengan mengarahkan mencong senjata kea rah kedua masyarakat itu, keduanya jadi panic dan tidak mau berhenti. Keduanya berhasil menerobos kelima orang yang palang jalan tersebut, dan terus berlari.
Ketika keduanya lari berjarak sekitar lima meter, kelima orang tersebut menembaki keduanya. Soni Fairumbab terkena di kaki dan Y. Sineri peluru kikis tangan jadi lengan baju yang putus.
Soni Fairumbab (3) 
Soni Fairumbab dan Y. Sineri terus melaju dengan motor sampai di kilo meter 6, Soni Fairumbab sudah tidak kuat lagi dan meminta diturunkan di Pinggir Jalan. Y. Sineri di suruh oleh korban (Soni) untuk pergi ke Kem di dekat Saubeba di mana keduanya kerja proyek jembatan agar meminta bantuan teman-teman.
Ketika sampai di sana informasi itu diberitahukan kepada teman-teman kerjanya, namun karena takut mereka mmemutuskan untuk datang pada pagi hari saja. Malam itu juga Sineri disuruh lari terus ke kampong dan bersembunyi di sana. Biar iparnya nanti besok pagi saja akan ditolong.
Keesokan paginya Soni Fairumbab ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Soni meninggal karena kehabisan darah. Korban kemudian dibawa lari ke kampong Yobi dan dimakamkan disana.
Sementara itu, ditemui secara terpisah pada 12 Desember 2015 dan ditanya mengenai kasus penembakan itu, M. Merani, seorang Pimpinan TPN-OPM membenarkan adanya penembakan. Namun dia mengaku bukan itu perbuatannya. Saya tidak menembak Soni Fairumbab dan Y. Sineri. Mereka berdua orang sekampung saya dan saya tidak mungkin menembak masyarakat saya, ucap Merani.
Soni Fairumbab (1) 
Jadi tuduhan terhadap saya sebagai pelaku itu tidak benar. Justru saya diberitahu oleh beberapa orang tertentu dan melarang saya untuk keluar jalan karena ada militer Indonesia yang mau bunuh saya, ucap M. Merani, salah satu pimpinan TPN-OPM. Saya yang TNI/Polri mau bunuh tapi karna tidak dapat saya, Y. Sineri dan Soni Fairumbab menjadi korban penembakan sekitar jam 10 malam. Ketika itu keduanya sedang kembali ke tampat kerjanya, Kata M. Merani.
Soni dan Y. Sineri dihadang dan ditembak. Soni Fairumbab akhirnya terkena tembakan di kakinnya. Soni meninggal karena kehabisan darah. Sementara Yosias melarikan diri dan memberitahu kepada warga kampung saubeba dan teman-teman kerjanya, agar datang menolong Soni. Tapi karena malam semua jadi panic dan takut datang membawa Soni.
Menurut kesaksian masyarakat kedua korban ditembak oleh TNI-POLRI Indonesia. Bukan oleh yang lain. Menurut keterangan ada sekitar 5 orang lebih orang yang ada di situ. Semuanya pegang senjata. Dan ada mobil Avansa yang parker. Jadi jelas bukan TPN-OPM yang menembak kedua korban tapi TNI-POLRI. Karena yang kami tau itu TPN-OPM tidak punya mobil, yang punya mobil dan pakain mobil Avansa itu kan pembunuh elit, ucap M. Merani.

Selengkapnya lihat :  Serui Voice News (SVN)
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates